Murai, Jalak, dan Cucak Rowo Bukan Lagi Satwa Dilindungi

Kini Murai Batu, bersama dengan Jalak Suren dan Cucak Rawa tak lagi masuk dalam daftar satwa dilindungi. (Detikcom/Uje Hartono)

Jakarta, CNN Indonesia — Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Exploitasia menyatakan burung Murai Batu(Kucica Hutan), Jalak Suren, dan Cucak Rawa tak lagi dimasukkan dalam daftar satwa dilindungi.

Sebelumnya, tiga jenis burung itu masuk daftar satwa dilindungi dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 20 Tahun 2018.

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Djati Witjaksono Hadi menyatakan perubahan lampiran peraturan menteri yang berisi daftar tumbuhan dan hewan dilindungi itu sudah diteken Menteri LHK Siti Nurbaya. Saat ini, sambungnya seperti dikutip dari Antara, sedang dalam proses diundangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan akan segera disosialisasikan ke masyarakat.

Sebelumnya, pada 14 Agustus 2018, sejumlah pecinta burung yang tergabung dalam Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) berunjuk rasa di depan kantor KLHK, Jakarta.

Mereka keberatan atas masuknya sejumlah jenis burung yang diklasifikasikan sebagai hewan langka, antara lain burung murai batu, jalak suren, dan anis kembang. Menurut FKMI, Permen LHK 20/2018 memberatkan peternak burung tersebut yang sudah membudidayakannya bertahun-tahun.

Sebelumnya, dalam Permen LHK 20/2018 telah ditetapkan 919 jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Sebanyak 562 atau 61 persen di antaranya merupakan jenis burung.

Pada hari ini, Indra Exploitasia mengatakan soal polemik hewan yang masuk daftar dilindungi, pihaknya sedang melakukan kajian ekonomi dan sosial dari para komunitas pecinta burung untuk mendengarkan saran dan tanggapannya. Namun, Indra menyampaikan pesan supaya para komunitas ini terus memperhatikan kaidah konservasinya walaupun sudah tidak lagi dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi.

“Nanti akan kami pertimbangkan adanya reward dan punishment, untuk penangkar yang tidak memerhatikan kaidah konservasi”, kata Indra seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (6/9).

Indra pun meminta komitmen dan konsistensi dari seluruh komunitas dan masyarakat pada umumnya untuk bisa menjaga satu visi supaya burung tersebut tidak punah. Selain itu mendukung pendataan dan inventarisasi yang dilakukan KLHK.

Sementara itu dari perwakilan komunitas Persatuan Burung Indonesia (PBI) Bagiya menyambut baik atas perubahan kebijakan dari peraturan terseebut. Dengan demikian dirinya bersama dengan komunitas pecinta burung lainnya berharap agar KLHK melakukan tinjauan aspek sosial, ekonomi dan budaya sebelum memasukkan jenis-jenis burung ke daftar satwa yang harus dilindungi.

“Selain itu, kami mohon ada ‘reward’ bagi para penangkar,untuk meningkatkan motivasi.” ucap perwakilan Komunitas Kicau Mania.

Tidak hanya itu, mereka juga mengharapkan KLHK bisa melakukan pembinaan rutin dengan para komunitas dan penangkar terkait penentuan asal usul keturunan satwa, prosedur perizinan, surat angkut satwa serta peluang hibah kompetisi.

Share yuk...

Harga Burung Per April 2013

Harga burung 2013 – Bagi Anda yang sedang berburu burung hobi, berikut kami sajikan hasil rangkuman harga burung per April 2013 berdasarkan info Pasar Burung Pramuka Jakarta.

*Harga tersebut dibawah merupakan harga kisaran dan tidak mengikat.

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)
JENIS BURUNG KISARAN HARGA
Beo Rp 2.000.000
Blackthroat Rp 950.000
Cucak Hijau mulai Rp 400.000
Ciblek semi bahan Rp 30.000
Cucak hijau bahan Rp 200.000 – Rp 400.000
Cucak Jenggot mulai Rp 200.000
Cucak rowo Rp 5.000.000
Gelatik batu Rp 80.000
Gelatik wingko Rp 55.000 – Rp 85.000
Jalak hongkong Rp 2.500.000
Jalak putih Rp 1.500.000
Jalak suren lolohan Rp 350.000
Jalak suren Malaysia Rp 250.000
Jalak suren ngevoer Rp 500.000
Kacer poci bahan Rp 250.000 – Rp 600.000
Kacer poci jadi Rp 900.000 – Rp 1.500.000
Kapas tembak mulai Rp 225.000
Kenari lokal Rp 200.000 – Rp 400.000
Kenari lokal bahan Rp 160.000
Kenari lokal bunyi Rp 400.000
Kenari yorkhsire Rp 5.000.000
Kolibri Rp 150.000
Lovebird klep Rp 850.000 – Rp 1.200.000
Lovebird lutino Rp 5.000.000 / pasang
MB Aceh Rp 1.700.000
MB Lampung bahan Rp 400.000 – Rp 500.000
MB Medan betina Rp 1.500.000
MB Medan jantan Rp 3.000.000
Mozambik Rp 500.000
Pelatuk Rp 150.000
Pentet Rp 300.000

 

Halaman ini tentang: cara menemukan sarang prenjak kepala merah. 
Share yuk...

Burung Hobi Terpopuler di Indonesia Versi Google

Taukan Anda daftar burung populer di Indonesia berdasarkan data pencarian google?

Berikut berikut hasil pengecekan kami:

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)

1. Kenari.
Pencarian rata-rata 14.800/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

2. Murai batu.
Pencarian rata-rata 14.800/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

3. Kacer.
Pencarian rata-rata 8.100/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013 adalah 8.100

4. Lovebird.
Pencarian rata-rata 8.100/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013 adalah 8.100

5. Anis merah.
Pencarian rata-rata 4.400/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

6. Burung hantu.
Pencarian rata-rata 4.400/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

7. Ciblek.
Pencarian rata-rata 3.600/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

8. Jalak suren.
Pencarian rata-rata 3.600/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

9. Cenderawasih.
Pencarian rata-rata 2.900/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

10. Cucak rowo.
Pencarian rata-rata 2.900/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

11. Merak.
Pencarian rata-rata 1.900/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

12. Cucak hijau.
Pencarian rata-rata 1.600/bulan berdasarkan data pencarian google periode Mar 2012 – Jan 2013.

Share yuk...

40 Jenis Burung di Kawasan Dieng Punah

Kicauan burung yang saling bersahutsahutan sudah tidak lagi terdengar di kawasan Dieng. Sedikitnya ada 40 jenis burung yang hidup di Dieng namun sudah mulai punah. Hal itu dicatat Lembaga Swadaya Masyarakat lingkungan Bhineka dan tim Tim Kerja Pemulihan Dieng (TKPD) maupun manajemen Program Rehabilitasi dan Konservasi Lahan (RKL) Bappeda Wonosobo.

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)

Tim tersebut melakukan penjelajahan ke 27 desa yang masuk kawasan Dieng, salah satu agendanya adalah melihat dan mencermati perubahan lingkungan yang ada dimasingmasing desa, bertemu dan berdialog langsung dengan warga desa terkait dengan degradasi lingkungan di Dieng. Koordinator LSM Bhineka, Tafrihan mengemukakan model pertanian yang kurang ramah lingkungan, mengakibatkan spesies burung punah setiap tahun. Selain itu, terjadi perburuan liar dengan model menjaring maupun dengan cara menembak dengan senapan angin. Juga terjadi penyemprotan pestisida secara besar-besaran di hampir sekitar 800 hektare lahan di Dieng.

Dijelaskan, informasi dari masyarakat desa tentang punahnya berbagai jenis burung yang sebelumnya banyak ditemui di sekitar desa mulai tahun 2000-an sudah tidak lagi ada. Salah satu cara yang dilakukan tim pemulihan Dieng untuk mengidentifikasi nama-nama burung tersebut adalah dengan membagikan meta plan kepada peserta pertemuan kemudian mereka diminta untuk mengisi nama burung apa saja yang mereka tahu. Dari 40 jenis burung yang hidup di Dieng dan saat ini punah antara lain jenis betet, jalak, podang, kuniran, elang jawa, bongkrekan, pion, decu, dan, ces fung-fung, cucuk kembang. Ketua Tim Teknis TKPD Wonosobo, Dwi Yama SB menyampaikan bahwa pestisida dalam keadaan tertentu dapat membunuh berbagai jenis binatang yang menjadi makanan burung tersebut.

Di sisi lain juga dapat menyebabkan burung menjadi mandul dan tidak bisa melakukan regenarasi sampai akhirnya mereka mati dan punah. ”Tidak semua jenis burung yang disebutkan di atas sudah benar-benar punah, untuk beberapa jenis memang masih dapat terlihat disekitar desa seperti burung gereja dan pentet walaupun sudah langka.

Namun untuk jenis lain memang sudah sangat sulit untuk dilihat di kawasan Dieng,” katanya. Punahnya berbagai jenis burung ini sungguh sangat memprihatinkan karena akan menyebabkan ketidakseimbangan alam di kawasan Dieng. Dengan berbagai bentuk kemampuan dan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, harus ada sesuatu yang dilakukan. (H67-78)  (www.suaramerdeka.com)

Halaman ini tentang: burung bongkrekan. 
Share yuk...

12 Burung Yang Bersarang Di Tempat Yang Salah

1. Redditor gorbok mengatakan bahwa temannya menemukan sarang burung yang telah berisi beberapa telur di mobilnya ketika ia meninggalkan mobilnya itu di tempat parkir selama 6 hari. Temannya itu orang yangbaik, ia memilih meninggalkan mobilnya dan menunggu hingga telur – telu itu menetas.

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)

2. Burung bersarang di lampu lalu – lintas.

3. Beberapa burung bersarang di tempat pemanggang daging. Sarang itu cukup besar, mungkin burung -burung tersebut telah lama menghuni tempat itu.

4. Seorang wanita di St George menemukan sarang burung kecil pada karangan bunga yang ada disamping pintu kamarnya.

5. Sebuah keluarga burung membuat sarang di asbak rokok yang diperuntukkan bagi publik di Wales. Meskipun itu bukan tempat terbaik bagi burung muda untuk memulai kehidupan mereka, beberapa orang merawat sarang itu dan memberi tulisan peringatan “Do Not Use” bagi para perokok untuk tidak menggunakan asbak itu.
Burung bersarang pada limbah ban yang tidak terpakai.

6. Seekor burung bersarang pada sebuah sepatu tua yang tidak lagi dipakai.

7. Seorang tentara menyewa mobil ini, namun ia tidak menggunakannya karena di mesin mobil itu terdapat sarang burung beserta 5 ekor telur. ia harus menunggu hingga telur – telur itu menetas, bisa dibayangkan berapa lama ia menunggu karena biaya sewa harian mobil ini terus berjalan.

8. Seekor burung bersarang di pesawat terbang, namun burung itu tidak khawatir akan kehilangan rumah mereka karena pesawat itu tidak pernah diterbangkan lagi.

9. Seekor burung bersarang dibawah tempat tidur sebuah hotel. Bukan karena ingin mendapatkan fasilitas mewah, sepertinya burung itu hanya ingin privasinya tidak terganggu.

10. Burung bersarang di atas pajangan mobil tua.

11. Sebuah tempat yang aneh untuk bersarang bagi burung, di dalam sebuah restoran kecil di Vassiliki, Yunani.

 

Halaman ini tentang: cara menemukan sarang prenjak, Sarang burung prenjak, Sarang Burung ciblek, sirtu, cara mencari sarang prenjak, cara menemukan sarang sirtu, sarang ciblek, cara mencari sarang burung, sarang ciblek alang alang, sarang prenjak. 
Share yuk...

Daftar Burung Dilindungi Di Indonesia

Daftar burung dilindungi di Indonesia dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa terdapat 93 jenis burung dilindungi undang-undang:

1

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)
Accipitridae Burung alap-alap, Elang(semua jenis dari famili Accipitridae)

2

Aethopyga exima Jantingan gunung

3

Aethopyga duyvenbodei Burung madu Sangihe

4

Alcedinidae Burung udang, Raja udang(semua jenis dari famili Alcedinidae)

5

Alcippe pyrrhoptera Brencet wergan

6

Anhinga melanogaster Pecuk ular

7

Aramidopsis plateni Mandar Sulawesi

8

Argusianus argus Kuau

9

Bubulcus ibis Kuntul, Bangau putih

10

Bucerotidae Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng(semua jenis dari famili Bucerotidae)

11

Cacatua galerita Kakatua putih besar jambul kuning

12

Cacatua goffini Kakatua gofin

13

Cacatua moluccensis Kakatua Seram

14

Cacatua sulphurea Kakatua kecil jambul kuning

15

Cairina scutulata Itik liar

16

Caloenas nicobarica Junai, Burung mas, Minata

17

Casuarius bennetti Kasuari kecil

18

Casuarius casuarius Kasuari

19

Casuarius unappenddiculatus Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning

20

Ciconia episcopus Bangau hitam, Sandanglawe

21

Colluricincla megarhyncha Burung sohabe coklat

22

Crocias albonotatus Burung matahari

23

Ducula whartoni Pergam raja

24

Egretta sacra Kuntul karang

25

Egretta spp. Kuntul, Bangau putih(semua jenis dari genus Egretta)

26

Elanus caerulleus Alap-alap putih, Alap-alap tikus

27

Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus

28

Eos histrio Nuri Sangir

29

Esacus magnirostris Wili-wili, Uar, Bebek laut
30 Eutrichomyias rowleyi Seriwang Sangihe

31

Falconidae Burung alap-alap, Elang(semua jenis dari famili Falconidae)

32

Fregeta andrewsi Burung gunting, Bintayung

33

Garrulax rufifrons Burung kuda

34

Goura spp. Burung dara mahkota, Burung titi,Mambruk (semua jenis dari genus Goura)

35

Gracula religiosa mertensi Beo Flores

36

Gracula religiosa robusta Beo Nias

37

Gracula religiosa venerata Beo Sumbawa

38

Grus spp. Jenjang (semua jenis dari genus Grus)

39

Himantopus himantopus Trulek lidi, Lilimo

40

Ibis cinereus Bluwok, Walangkadak

41

Ibis leucocephala Bluwok berwarna

42

Lorius roratus Bayan

43

Leptoptilos javanicus Marabu, Bangau tongtong

44

Leucopsar rothschildi Jalak Bali

45

Limnodromus semipalmatus Blekek Asia

46

Lophozosterops javanica Burung kacamata leher abu-abu

47

Lophura bulweri Beleang ekor putih

48

Loriculus catamene Serindit Sangihe

49

Loriculus exilis Serindit Sulawesi

50

Lorius domicellus Nori merah kepala hitam

51

Macrocephalon maleo Burung maleo

52

Megalaima armillaris Cangcarang

53

Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk

54

Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa

55

Megapoddidae Maleo, Burung gosong(semua jenis dari famili Megapododae)

56

Megapodius reintwardtii Burung gosong

57

Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu(semua jenis dari famili Meliphagidae)

58

Musciscapa ruecki Burung kipas biru

59

Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok

60

Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces(semua jenis dari famili Nectariniidae)

61

Numenius spp. Gagajahan(semua jenis dari genus Numenius)

62

Nycticorax caledonicus Kowak merah

63

Otus migicus beccarii Burung hantu Biak

64

Pandionidae Burung alap-alap, Elang(semua jenis dari famili Pandionidae)

65

Paradiseidae Burung cendrawasih(semua jenis dari famili Paradiseidae)

66

Pavo muticus Burung merak

67

Pelecanidae Gangsa laut(semua jenis dari famili Pelecanidae)

68

Pittidae Burung paok, Burung cacing(semua jenis dari famili Pittidae)

69

Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko

70

Polyplectron malacense Merak kerdil

71

Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam

72

Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung

73

Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih

74

Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar

75

Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata

76

Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung

77

Rhipidura javanica Burung kipas

78

Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah

79

Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih

80

Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak

81

Sterna zimmermanni Dara laut berjambul

82

Sternidae Burung dara laut(semua jenis dari famili Sternidae)

83

Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih

84

Sula abbotti Gangsa batu aboti

85

Sula dactylatra Gangsa batu muka biru

86

Sula leucogaster Gangsa batu

87

Sula sula Gangsa batu kaki merah

88

Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi

89

Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi

90

Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi

91

Tringa guttifer Trinil tutul

92

Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur

93

Vanellus macropterus Trulek ekor putih

dikutip dari lampiran PP No. 7 tahun 1999

PERINGATAN 

  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2)); (Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAH dan Ekosistemnya)

 

Halaman ini tentang: jenis nuri yang dilindungi, burung dilindungi, jenis elang yang dilindungi, burung yang dilindungi, burung yang dilindungi di indonesia, burung di lindungi, burung dilindungi di indonesia, burung yang di lindungi di indonesia, jenis burung hantu yang dilindungi, jenis burung yang di lindungi. 
Share yuk...

BURUNG RAJA UDANG vs BURUNG KEPODANG

Akhir september 2011, tujuh hari di cagar alam kepulauan krakatau tidak seperti biasa hanya beberapa jenis satwa saja yang menampakkan diri sebagai bagian dari eksotisnya gunung anak krakatau, yang menarik perhatian saya adalah burung raja udang dengan burung kepodang, awalnya saya mengira bahwa burung raja udang dan burung kepodang adalah jenis burung yang sama, ternyata berbeda Bro.

Burung Raja Udang yang saya jumpai di gunung anak krakatau berukuran sebesar  kepodang, hanya bagian tubuhnya didominasi warna putih, sayap dan ekornya berwarna biru laut dan hitam, jika diperhatikan struktur tubuhnya tidak proporsional sebagaimana burung pada umumnya, berkepala besar, paruh besar panjang dan runcing, nampak kurang seimbang dengan ukuran tubuhnya yang relatif kecil dan berbadan gempal. Kaki pendek, begitu juga lehernya.
Makanan burung Raja udang yaitu ikan kecil, katak dan serangga. Bertengger diam-diam di ranting kering atau di bawah lindungan dedaunan dekat air, burung ini dapat tiba-tiba menukik dan menyelam ke air untuk memburu mangsanya. Raja udang memiliki kemampuan untuk mengetahui posisi mangsanya di dalam air, melalui bentuk lensa matanya yang mirip telur. Burung raja udang juga dapat memburu reptil, kodok dan serangga yang nampak di atas tanah atau di semak-semak.

Burung Raja udang merupakan salah satu aves yang dilindungi undang-undang
Kerajaan: Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Coraciiformes
Upaordo: Alcedines

Burung Kepodang (Oriolus chinensis) merupakan burung berkicau yang merupakan fauna identitas provinsi Jawa Tengah disamping burung perkutut, orang Sunda biasa menyebut burung Kepodang ini dengan sebutan Bincarung. Sedangkan beberapa daerah di Sumatera menyebutnya sebagai Gantialuh dan masyarakat di Sulawesi menyebutnya Gulalahe. Burung Kepodang ini dalam bahasa Inggris sering disebut dengan Black Naped Oriole. Di Malaysia disebut burung Kunyit Besar. Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin), Burung Kepodang disebut Oriolus chinensis.
Deskripsi Burung Kepodang (Oriolus chinensis): pada saat dewasa panjang mulai ujung ekor hingga paruh berkisar 25 cm. Bulunya berwarna kuning keemasan sedang bagian kepala,sayap dan ekor ada sebagian bulu yang berwarna hitam. Ciri khas burung Kepodang adalah terdapatnya garis hitam melewati mata dan tengkuk. Iris mata burung Kepodang berwarna merah sedangkan paruhnya berwarna merah jambu dan kedua kakinya berwarna hitam. Burung Kepodang mempunyai siulan seperti bunyi alunan seruling dengan bunyi “liiuw, klii-lii-tii-liiuw” atau “u-dli-u”. Selain mempunyai ocehan yang sangat keras dan nyaring, Kepodang juga pandai menirukan suara burung Ciblek, Prenjak, Penthet bahkan suara burung Raja Udang.
Habitat, Persebaran, dan Konservasi. Habitat asli Burung Kepodang (Oriolus chinensis) adalah di daerah dataran tinggi. Namun burung ini dapat juga ditemui di hutan terbuka, hutan mangrove dan hutan pantai hingga ketinggian 1.600 m dpl. Kepodang tersebar luas di mulai dari India, Bangladesh, Rusia, China, Korea, Taiwan, Laos, Myanmar, Kamboja, Thailand, Filipina, Malaysia, hingga Indonesia. Di Indonesia, burung berbulu indah ini dapat dijumpai di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Meskipun terdapat penurunan populasi burung kepodang di alam, burung kepodang belum termasuk sebagai aves yang dilindungi undang-undang.

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)

Klasifikasi Ilmiah burung kepodang: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Aves; Ordo: Passeriformes; Famili: Oriolidae; Genus: Oriolus; Spesies: Oriolus chinensis

PERINGATAN takbole

Burung Raja Udang termasuk burung dilindungi undang-undang, sebagaimana tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 bahwa:
  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2))

Artikel sumber – http://blogmhariyanto.blogspot.com/2011/10/burung-raja-udang-vs-burung-kepodang.html

 

Halaman ini tentang: burung kepodang. 
Share yuk...

Burung

1. Kenari

Kenari
2. Murai batu

Voerzoo insect blend, voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Lengkap, praktis dan higienis. Cukup 1 sendok teh setiap hari sudah tidak perlu jangkrik, ulat dan kroto! Ingin bertanya? Whatsapp 08111800809 (sales voerzoo)

Murai Batu
3. Kacer

Kacer
4. Anis merah

Anis merah
5. Ciblek

Ciblek
6. Jalak suren

Jalak Suren
7. Cucak rowo

Cucak rowo
8. Perkutut

Perkutut
9. Cendrawasih

Cendrawasih
10. Jalak bali

Jalak bali
11. Cucak hijau

Cucak Hijau
12. Branjangan

Branjangan
13. Tledekan

Tledekan
14. Kakatua

Kakatua
15. Merpati pos

Merpati pos

Share yuk...